Sabtu, 06 Desember 2008

akhirnya...

Setelah lama menghilang... akhirnya kembali lagi mencoba tuk menulis, walaupun mungkin tulisan ini tak begitu bagus tuk di cerna (makanan kali...) hehehe...

Dalam dua bulan kemaren tuu banyak sekali tugas yang harus diselesaikan, tugas sekolah maupun tugas kuliah + ujian... Alhamdulillah berkat Allah semua bisa terselesaikan dengan baik... hari ini aq tuk mencoba tu relax dari hingar bingar dunia ini, mencoba tuk mengendapkan hati dan pikiran supaya dapat kembali fresh lagi setelah banyak menghabiskan tenaga dan pikiran...

Bersama kekasih hati bersama pujaan jiwa nan selalu ku ingat dimana pun aku berada Dialah Allah sang pemilik jiwaku yang nyawaku ada di tangan-Nya tiada kata terindah yang dapat ku ucapkan selain "Subhannallah Walhamdulillah Wa Laa ilaa ha illa Allahu Akbar"

Aku juga rindu ni ma gank PS (playStation) udh lama ga maen nich ... mereka kumpulan orang-orang yang tergila-gila dengan PS khususnya Bola, ada Ibramopik (andik), Ian, Yudi si CR-7, Joe co, GatotKoco, Dewa, supra...


Sabtu, 06 September 2008

Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad dari Lingga - Riau

Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad (Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, ca. 1808- Riau, ca. 1873) adalah ulama, sejarawan, pujangga, dan terutama pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa; buku yang menjadi standar bahasa Melayu. Bahasa Melayu standar itulah yang dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia. Ia merupakan keturunan kedua (cucu) dari Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan IV dari Kesultanan Lingga-Riau dan juga merupakan bangsawan Bugis.

Kompleks makam beliau di pulau Penyengat, Tanjung Pinang
Kompleks makam beliau di pulau Penyengat, Tanjung Pinang

Karya monumentalnya, Gurindam Dua Belas (1847), menjadi pembaru arus sastra pada zamannya. Bukunya berjudul Kitab Pengetahuan Bahasa, yaitu Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga penggal yang pertama merupakan kamus ekabahasa pertama di Nusantara. Ia juga menulis Syair Siti Shianah, Syair Suluh Pegawai, Syair Hukum Nikah, dan Syair Sultan Abdul Muluk. Raja Ali Haji juga patut diangkat jasanya dalam penulisan sejarah Melayu. Buku berjudul Tuhfat al-Nafis ("Bingkisan Berharga" tentang sejarah Melayu), walaupun dari segi penulisan sejarah sangat lemah karena tidak mencantumkan sumber dan tahunnya, dapat dibilang menggambarkan peristiwa-peristiwa secara lengkap. Meskipun sebagian pihak berpendapat Tuhfat dikarang terlebih dahulu oleh ayahnya yang juga sastrawan, Raja Ahmad. Raji Ali Haji hanya meneruskan apa yang telah dimulai ayahnya. Dalam bidang ketatanegaraan dan hukum, Raja Ali Haji pun menulis Mukaddimah fi Intizam (hukum dan politik). Ia juga aktif sebagai penasihat kerajaan.

Ia ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai pahlawan nasional pada 5 November tahun 2004.

(dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)